Bulan ramadhan merupakan bulan yang penuh pahala hampir semua kegiatan di bulan tersebut bernilai ibadah dan memperoleh pahala contoh kecilnya saja seperti tidur saat berpuasa itu bernilai ibadah, نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ kenapa demikian sederhananya karena pada saat tidur orang tersebut dalam keaadaan ibadah yaitu berpuasa.

Tidak sampai disitu besaran pahala di bulan puasa tidak satupun yang mengetahuinya termasuk rosulullah dan para malaikat sebagaimana yang ditegaskan dalam hadist qudsi  أَلصَّوْمُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ “puasa itu miliku dan aku sendiri yang akan membalas (pahala)-nya”.

Namun ternyata tidak semudah itu dalam memperoleh pahala di bulan puasa disebutkan dalam sebuah hadist yang termaktub dalam al kitab bidayatul hidayah karya Imam Gozali RA. Halaman 78, dimana rosulullah bersabda كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْعُ وَالْعَطْسُ “betapa banyak orang yang berpuasa yang tidak memperoleh dari puasanya kecuali lapar dan haus belaka”.

Maksud hadist tersebut adalah puasa yang dilakukan sama sekali tidak mendapatkan pahala, kenapa demikian? ternyata hal tersebut menurut Imam Gozali setidaknya disebabkan oleh lima perkara beliau mengutip sabda nabi Muhammad SAW.

خَمْسٌ يُفْطِرْنَ الصَّائِمَ اَلْكَذِبُ وَالْغِيْبَةُ وَالنَّمِيْمَةُ وَالنَّظْرُ بِشَهْوَةٍ وَالْيَمِيْنُ الْكَاذِبَةُ

lima perkara yang membatalkan pahala puasa yaitu:

  1. Dusta

Ini paling mudah menghilangkan pahal puasa contoh kecil buat status bohong di FB, WA, ataupun berbohong kepada teman, keluarga, orang lain secara langsung.

  1. Membicarakan orang

Ini kebiasaan anak-anak ngabuburit atau nongkrong dipinggir jalan, ada orang lewat dikit di bicarain dll.

  1. Mengadu domba

Ini marak-maraknya di media social kita saat ini yaitu saling memprovokasi pendukung kedua cawapres baik kubu 01 ataupun kubu 02 dengan berita dan status propokatif lainnya.

  1. Memandang lawan jenis dengan syahwat

Ini justru lebih mudah dari yang poin 1 di atas, memandang disini diikiuti kata syahwat artinya nafsu atau suatu keinginan, rasa suka dll. Antum bisa mendeskripsikan sendiri mana memandang yang biasa dan mana yang menimbulakan syahwat sebagian ulama menegaskan pandangan pertama itu tidak mengapa (dianggap sodaqoh) sedangkan pandangan kedua itu yang tidak boleh, misal ada wanita cantik atau cowok ganteng lewat dipandang sehingga menimbulkan syahwat/ rasa suka, membayangkan dll.

  1. Bersumpah palsu/dusta

Ini biasanya mudah dilakukan seseorang yang mudah bersumpah, bersumpah tidak sesuai fakta atau kejadian sebenarnya.

Oleh karena itu penulis mengajak mari intropeksi puasa kita masing-masing apakah selama berpuasa masih sering melakukan lima perkara tersebut atau tidak, jika masih sering maka mulai detik ini kita usaha untuk menghentikan-Nya, agar pada saat lebaran nanti kita bisa benar-benar kembali kemasa fitrah (suci) seperti bayi yang baru lahir tanpa dosa sedikitpun Aamiin.

Comments are closed.