PILDACIL

بِسْمِ الله اَلْحَمْدُ لله اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْ لِ اللهِ وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلاَّ بِااللهِ أَمَّابَعْدُ

Yang terhormat dan saya takdimi pengasuh Pon-pes miftahul ulum Derbing, yang terhormat dan yang saya hormati segenap jajaran astid dan dewan juri serta rekan rekan santri yang saya cintai. Pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan menyampaikan pidato dengan tema: Takut kepada Allah.

Perlu kita sadari kita sebagai orang yang beriman, sebagai orang yang percaya kepada Allah maka dimanapun kita berada kita diperintahkan untuk selalu takut kepada Allah SWT. Sebagaimana firmannya dalam Q.S. Al Imron ayat 102 يَاأَيُّهَاالَّذِيْنَ أَمَنُواْ إِتَّقُواللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ Artinya “wahai orang-orang yg beriman takutlah kepada Allah dg takut yang sebenar-benarnya”.

Jadi ayat ini menunjukan bahwa setiap orang yang beriman siapapun orangnya, baik santri, baik ustad, baik kiai baik orang yg berpangkat bahkan presiden sekalipun wajib takut kepada Allah. Betul! Sehebat apapun orangnya, sekaya apapun hartanya setinggi apapun pangkatnya ia tetap wajib takut kepada Allah swt.

Tapi anehnya sudara kita masih sering menemukan kelompok** atau aliran aliran yang mengatakan “Kita tidak perlu takut kepada Allah dg alasan karena Allah maha pengasih dan penyayang”. katanya. Saya tanya kepada sudara** pernyataan ini sesat atau tidak? se….. sesat sudara.. kenapa kok sesat? Karena
 mereka menyamakan takut kepada Allah sama dengan takut pada jin.
 mereka menyamakan takut kepada Allah sama dengan takut pada setan..
 mereka menyamakan takut kepada Allah sama dengan takut pada gendurwo..

Padahal kita tau takut kepada Allah tidak sama dg takut kepada jin, setan, ataupun gendurwo, karena takut kepada Allah ialah dg إِمْتِثَالُ الْأَوَامِرِ اللهِ وَاجْتِنَابِ النَّوَاهِيْهِ artinya menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangannya, apa yang diperintahkan Allah wajib dilakukan dan apa yang dilarang wajib dijauhi betul, bettul sudara.. jadi kalau ada yang bilang tidak perlu takut pada Allah sesat tidak? sesat sudara.

Oleh karenanya kita semua harus takut atau taqwa kepada Allah karena hanya dengan taqwa pula kita akan mendapatkan kedudukan istimewa disisi Allah sebagaimana dalam firmannya dalam Q.S. Al. hujurat ayat 13 إِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ artinya sesungguhnya paling mulianya kalian disisi Allah ialah mereka yang paling bertakwa diatara kalian.

Jadi maksud dari ayat ini ialah orang paling mulia dihadapan Allah bukan mereka yang pangkatnya tinggi, bukan mereka yang ilmunya luas, bukan pula mereka yang hartanya melimpah bukan ustad, bukan kiai tapi yang paling mulia di hadapan Allah mereka yang paling takwa kepadanya.

 Bisa jadi mereka yang biasa-biasa saja
 Bisa jadi mereka yang tak punya apa-apa
 Bisa jadi mereka yang paling hina di mata manusia, mereka adalah orang-orang yang paling takwa dan paling mulia dihadapan Allah. Kenapa? Karena kemuliaan di sisi Allah tidak dipandang dari harta dan kedudukan melainkan ketakwaan betul.

Apalah arti harta berlimpah, apalah arti pangkat yang tinggi jika harta dan pangkatnya tidak bisa membuat ia semakin takwa kpd Allah. betapa banya orang kaya raya dan berpangkat tinggi tapi masih sering korupsi, apakah itu DPR, apakah itu hakim apakah itu jaksa semua banyak yang dtangkap KPK dan dijebloskan ke-penjara. Kenapa mereka korupsi bukankah segala kebutuhannya sudah dijamin?

Rumah dijamin, mobil dijamin, pakaian dijamin pulsa buat nelfon dijamin semua dijamin bahkan bukan Cuma itu saja gaji mereka puluhan, bahkan ratusan juta per bulan, tapi kenapa mereka masih korupsi? Jawabanya mereka tidak takut kepada Allah, mereka sudah disumpah dengan nama Allah, dibawah kitab Allah tapi mereka melanggarnya, itu artinya tuhanpun mereka tidak ditakuti. نَعُوْذُ بِالله ثُمَّ نَعُوْذُ بِاللهِ

Oleh karenanya mari tingkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah agar kita menjadi hambanya yg paling mulia, lebih mulia dari bupati, lebih mulia dari gubernur bahkan lebih mulia dari president. أَمِيْنٌ أَللَّهُمَّ أَمِيْنٌ

Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan naik taksi ke kota bangkalan beli map di daerah kenjeran Trimakasih atas segala perhatian, dan mohon maaf atas segala kesalahan.

أَخِيْراً ثُمَّ السَّلاَمُ عَلَيْكُمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرْكَاتُهُ

Comments are closed.